Breaking News

168 Putra-Putri Terbaik Lembata Diterjunkan, BPS Bangun Fondasi Masa Depan Daerah Lewat Sensus Ekonomi 2026



Lembata – Krimsus Polri 


Pembangunan yang tepat sasaran selalu berawal dari satu hal penting: data yang akurat. Di balik setiap kebijakan pemerintah, program pemberdayaan masyarakat, hingga arah pembangunan daerah, terdapat angka-angka yang dikumpulkan melalui kerja keras para petugas di lapangan.


Menyadari pentingnya peran tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lembata menyiapkan 168 petugas terbaik untuk menyukseskan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi (SE) 2026. Mereka bukan sekadar petugas pendata, tetapi garda terdepan yang akan memastikan setiap pelaku usaha di Lembata tercatat dengan baik demi menghadirkan data yang berkualitas dan dapat dipercaya.


Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kabupaten Lembata, Leonard Risalis Lalang, S.Si., mengatakan pelatihan petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 gelombang pertama berlangsung pada 8–10 Juni 2026 di Hotel Lembata Indah, Hotel Palem Indah, Hotel Olimpik, dan Ballroom Olimpik.


Menurut Leonard, pelatihan tersebut menjadi tahapan penting untuk membangun kesamaan pemahaman seluruh petugas mengenai konsep sensus, teknik pendataan, serta metode wawancara yang benar sebelum mereka turun langsung ke lapangan.

"Tujuan pelatihan ini adalah menyamakan persepsi petugas terkait teknis pendataan dan teknik wawancara agar data yang diperoleh nantinya akurat, lengkap, dan berkualitas," ujarnya kepada wartawan media ini, Senin (8/6/2026).


Ia menjelaskan bahwa seluruh peserta yang lolos sebagai petugas sensus telah melalui proses seleksi yang ketat. Mulai dari pendaftaran melalui aplikasi SOBAT BPS, uji kompetensi, hingga wawancara. Setiap tahapan menjadi bagian penting untuk memastikan petugas yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas dan integritas dalam menjalankan tugas negara tersebut.

"Semua tahapan wajib diikuti. Jika ada satu tahapan yang tidak dilalui, maka peserta tidak dapat direkrut sebagai petugas sensus," tegasnya.


Sebanyak 168 petugas yang direkrut terdiri atas 146 petugas pendata lapangan dan 22 petugas pemeriksa lapangan. Dari jumlah tersebut, 145 petugas pendata akan menangani usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sedangkan satu petugas khusus menangani usaha besar. Sementara itu, 22 petugas pemeriksa terdiri atas 21 pemeriksa UMKM dan satu pemeriksa usaha besar.


Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 8–10 Juni 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 11–13 Juni 2026. Setelah seluruh proses pembekalan selesai, para petugas akan mulai melakukan pendataan lapangan pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Lembata.


Bagi BPS, sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan statistik. Sensus ini merupakan upaya besar untuk memotret kondisi riil perekonomian masyarakat, mulai dari usaha kecil di pelosok desa hingga usaha berskala besar. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Leonard berharap seluruh tahapan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

"Harapan kami, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lembata berjalan sukses dan menghasilkan data yang berkualitas sehingga dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan yang tepat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.


Sebab pada akhirnya, masa depan daerah tidak hanya dibangun oleh anggaran dan program, tetapi juga oleh data yang benar. Dan di tangan 168 putra-putri terbaik Lembata inilah, fondasi data tersebut sedang dipersiapkan untuk masa depan yang lebih baik.


Jurnalis: Dhika Ahmad M

© Copyright 2022 - mediakrimsuspolri.com