Media krimsus polri news com//--
LEMBATA – Kondisi transportasi laut di Kabupaten Lembata kian memprihatinkan. Akibat rusaknya Pelabuhan Feri Waijarang yang belum pulih hampir 6 bulan, warga kini terpaksa naik ke KMP Inerie II melalui jendela kapal saat bersandar di Pelabuhan Laut Lewoleba.
*PENUMPANG PANJAT JENDELA, KESELAMATAN DIABAIKAN*
Pemandangan penumpang memanjat dan masuk melalui jendela kapal sontak menjadi sorotan publik. Banyak warga menilai kondisi tersebut tidak layak, berbahaya, dan mencerminkan buruknya penanganan infrastruktur transportasi laut di daerah itu.
“Kita seperti bukan warga negara. Mau naik kapal saja harus panjat jendela. Kalau jatuh siapa yang tanggung jawab?” keluh salah satu penumpang.
*DAMPAK LUAS: MOBILITAS TERGANGGU, HARGA SEMBAKO NAIK*
Kerusakan Pelabuhan Feri Waijarang telah memukul mobilitas masyarakat dan distribusi barang ke Lembata. Jalur penyeberangan lumpuh, logistik tersendat, dan harga kebutuhan pokok di pasaran terus merangkak naik.
Situasi ini memperparah beban warga yang sudah kesulitan ekonomi akibat isolasi transportasi laut.
*SENATOR DPD RI TURUN TANGAN, PEMDA DIAM*
Sorotan terhadap persoalan ini menguat setelah Senator DPD RI Angelo Wake Kako turun langsung meninjau Pelabuhan Lewoleba pada 12 Mei 2026. Kunjungan itu memperlihatkan kondisi riil di lapangan yang jauh dari kata layak.
Namun hingga kini, Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata belum terlihat mengambil langkah konkret. Tidak ada pernyataan resmi, tidak ada solusi darurat, apalagi kejelasan jadwal perbaikan Pelabuhan Waijarang.
*TUNTUTAN http://KRIMSUSPOLRINEWS.COM*
1. *Bupati Lembata*: Segera buka suara dan jelaskan langkah darurat untuk keselamatan penumpang. Jangan biarkan warga terus mempertaruhkan nyawa demi naik kapal.
2. *ASDP & Pemkab Lembata*: Percepat perbaikan Pelabuhan Waijarang. Tetapkan tenggat waktu dan buka ke publik.
3. *Kementerian Perhubungan*: Turunkan tim teknis untuk audit kerusakan dan evaluasi kinerja ASDP di Lembata.
4. *DPRD Lembata*: Panggil eksekutif dan ASDP untuk RDP terbuka. Jangan biarkan persoalan ini mati tanpa pertanggungjawaban.
*PESAN UNTUK PEMDA LEMBATA*
Warga Lembata tidak minta fasilitas mewah. Mereka hanya minta bisa naik kapal dengan aman dan harga sembako tidak dicekik logistik yang macet.
Diamnya Pemda di tengah penderitaan warga adalah bentuk pengabaian. Kalau keselamatan warga saja tidak diurus, untuk apa ada pemerintah?
*Redaksi: http://Krimsuspolrinews.com*
*Editor: Dhika
*Lembata, 14 Mei 2026*



Social Header