Media krimsus polri news com//---
JAKARTA – Pimpinan Umum Media Krimsuspolrinews.com, Elizaro Lase, menyampaikan tangis dan duka mendalam seluruh jurnalis investigasi di daerah. Hasil kontrol sosial terkait tambang ilegal, CPO ilegal, galian C ilegal, hingga mafia BBM subsidi yang dikirim lengkap dengan foto, video, dan titik koordinat GPS, diduga hanya dianggap angin lalu oleh Kapolda, Kapolres, bahkan Kanit Tipiter di tiap provinsi.
Tambang emas
Foto kayu hasil dari hutan
Rokok ilegal dan lain lain
*JERITAN DARI LAPANGAN: KAMI DILECEHKAN*
Data Lengkap Tapi Dibuang*: Setiap temuan Galian C Ilegal PETI di Kuansing, Mafia Solar di Riau, Mafia Kayu di Toba, Kafe Remang di Kebun Sawit, kami melaporkan secara tak langsung melalui hasil karya tulis kami dengan di bungkus oleh link berita yang sudah resmi dengan di lengkapi izin AHU Notaris KBL NPWP DAN LAIN
JELAS Atensi Kapolri Diabaikan*: Bapak Kapolri sudah tegas perintahkan: "Sikat habis mafia BBM, tambang ilegal, galian C". Tapi di bawah, perintah itu diduga mandul. 10 rakit PETI di Kuansing tetap kerja, Galian C di Siborong-borong tetap mengeruk, Mafia Gas Rp 24.500 tetap memeras rakyat.
Jurnalis Diintimidasi, Mafia Dilindungi*: Kami yang lapor justru dapat teror. Sementara bos tambang, toke solar, cukong kayu bebas ngopi di warung. Ada apa dengan penegak hukum di daerah?
"Jujur Pak Kapolri, kami lelah. Kami pertaruhkan nyawa di lapangan, dapat data A1, tapi saat dikirim ke Polda/Polres, kami dicampakkan. Seolah-olah negara ini milik mafia," ucap Elizaro Lase dengan suara bergetar.
1. *Galian C Ilegal*: Taput, Toba, Simalungun, Kuansing.
2. *PETI*: Kuansing, Kampar, Madina.
3. *Mafia Solar & Gas Subsidi*: Rohil, Dumai, Asahan.
4. *Kafe Remang + Dugaan Beking Oknum*: Beberapa titik di Sumut-Riau.
5. *Illegal Logging*: Toba, Humbahas.
Semua lengkap bukti. Hasilnya? *NOL PENANGKAPAN*. Excavator tetap kerja, rakit dompeng tetap berputar, solar subsidi tetap ditimbun.
*MENGAPA KAMI MENDUGA hanya "ANGIN"* berlalu hanya
Jawaban "Akan kami selidiki" tanpa SP2HP.
KADANG Lokasi Terang Benderang*: Tambang ilegal DEKAT DI WILAYAH POLRES POLSEK BAHKAN MOBIL DAN TRUK MELINTAS Didepan WILAYAH POLRES DAN POLSEK , tapi alasan "tidak tahu"ATAU PURA PURA TIDAK TAU
Ini bukan lagi lemah, tapi diduga ada persekongkolan.
*PERMINTAAN LANGSUNG KE BAPAK KAPOLRI*
Karena jalur Polda/Polres buntu, kami Pimpinan umum Media Krimsuspolrinews.com memohon dengan hormat kepada Bapak Kapolri:
BENTUK TIMSUS MABES POLRI*: Tim Khusus dari Bareskrim + Propam + Irwasum untuk turun ke setiap provinsi. Jangan percaya lagi laporan ABS dari bawah. Cek langsung Galian C Taput, PETI Kuansing, Mafia Gas Rohil.
BUKA KANAL LAPORAN KHUSUS*: Buat email/WhatsApp Center di Mabes Polri khusus untuk jurnalis investigasi. Biar temuan kami dengan bukti lengkap bisa langsung ke Bapak, tanpa disunat
EVALUASI & COPOT KAPOLDA/KAPOLRES*: Jika di wilayahnya ada tambang ilegal yang sudah viral tapi tidak ditindak berarti diduga Kapolda/Kapolres main mata. Pecat. Ganti yang berani.
JAMINAN KEAMANAN JURNALIS*: Beri payung hukum untuk kami. Setiap jurnalis yang kirim data A1 ke Mabes wajib dilindungi dari kriminalisasi oknum.
"Perintah Bapak sudah jelas. Tapi algojo di bawah tumpul. Kami mohon Bapak pegang pedang sendiri. Turunkan Tim Mabes. Kami siap jadi penunjuk jalan. Kami tidak butuh uang, kami butuh keadilan," tegas Elizaro.
Jika rilis karya tulis dianggap angin lalu, maka matilah fungsi pers sebagai pilar ke-4 demokrasi. Kami akan kirim rilis ini ke Presiden, Komisi III DPR RI, dan Komnas HAM.
Negara tidak boleh kalah dengan mafia. Polri tidak boleh takut dengan cukong.
*Hormat Kami,*
*Elizaro Lase*
*Pimpinan Umum Media http://Krimsuspolrinews.com*
*HP: 082298437163 | Email: redaksi.krimsuspolri@gmail.com*
*[09 MEI 2026]*
*Tembusan:*
1. Presiden RI
2. Menko Polhukam
3. Komisi III DPR RI
4. Komnas HAM
5. Kabareskrim Polri
6. Kadiv Propam Polri






Social Header