Samosir Media Krimsus Polri news 24 September 2026
Ketika orang membicarakan sejarah Bupati Samosir, nama Mangindar Simbolon biasanya disebut sebagai bupati definitif pertama.
Tetapi ada satu nama yang justru berada di titik paling awal berdirinya Kabupaten Samosir sebagai daerah otonom:
Drs. Wilmar Elyascher Simanjorang, M.Si.
Dialah Penjabat Bupati pertama Kabupaten Samosir.
SAMOSIR RESMI BERDIRI, WILMAR MASUK SEBAGAI PEMIMPIN PERTAMA
Kabupaten Samosir lahir melalui Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2003, yang ditetapkan pada 18 Desember 2003.
Kemudian pada 7 Januari 2004, Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden meresmikan Kabupaten Samosir sebagai kabupaten baru di Provinsi Sumatera Utara.
Saat itu wilayah Samosir terdiri atas 9 kecamatan, 111 desa dan 6 kelurahan.
Menariknya, pemerintah tidak langsung mempunyai bupati hasil pemilihan rakyat.
Melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.21.27 tanggal 6 Januari 2004, Drs. Wilmar Elyascher Simanjorang, M.Si ditetapkan sebagai Penjabat Bupati Samosir.
Ia kemudian dilantik pada 15 Januari 2004 di Medan oleh Gubernur Sumatera Utara.
Jadi kalau pertanyaannya:
“Siapa orang pertama yang memimpin Kabupaten Samosir setelah resmi menjadi kabupaten?”
Jawabannya adalah:
Wilmar Simanjorang.
BUKAN MEMIMPIN KABUPATEN YANG SUDAH MAPAN
Di sinilah menariknya posisi Wilmar.
Ia tidak menerima sebuah kabupaten yang sistem pemerintahannya sudah berjalan puluhan tahun.
Ia masuk ketika Samosir baru saja lahir sebagai daerah otonom.
Berbagai perangkat pemerintahan harus dibangun dan roda administrasi harus mulai berjalan sebagai kabupaten baru.
Dokumen RPJPD Kabupaten Samosir mencatat bahwa meskipun pelantikan Pj. Bupati dilakukan pada 15 Januari 2004, roda pemerintahan Kabupaten Samosir mulai berjalan pada 27 Februari 2004.
Dengan kata lain, periode Wilmar merupakan masa peletakan fondasi pemerintahan Samosir.
DARI BIROKRAT MENJADI PENJAGA FONDASI SAMOSIR
Wilmar dikenal bukan hanya sebagai birokrat, tetapi juga memiliki latar belakang akademik.
Sumber biografis yang tersedia mencatat Wilmar menempuh pendidikan di FISIP Universitas Katolik Parahyangan Bandung dan memperoleh gelar doktorandus.
Ia kemudian berkiprah sebagai birokrat sekaligus akademisi.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai Pj. Bupati, kiprahnya juga tetap berkaitan dengan Samosir dan kawasan Danau Toba.
Dalam sebuah kajian pariwisata yang terbit di jurnal ITB, Wilmar disebut sebagai mantan Pj. Bupati Samosir 2004–2005 sekaligus informan dari Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba.
MASA JABATANNYA BERAKHIR, TETAPI PERANNYA TIDAK HILANG DARI SEJARAH
Wilmar menjalankan tugas sebagai Pj. Bupati sampai pemerintahan definitif terbentuk.
Pada 13 September 2005, pasangan Mangindar Simbolon–Ober Sihol Parulian Sagala dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Samosir hasil pemilihan kepala daerah pertama.
Dengan pelantikan tersebut, berakhirlah masa pemerintahan transisi Wilmar.
Namun sejarah mencatat posisinya secara khusus.
Mangindar adalah bupati definitif pertama.
Sedangkan:
Wilmar Simanjorang adalah Pj. Bupati pertama sekaligus orang pertama yang menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Samosir setelah daerah itu resmi berdiri.
22 TAHUN KEMUDIAN, NAMANYA MASIH DISEBUT
Menariknya, pada peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir pada 2026, Wilmar Simanjorang masih hadir sebagai tokoh sejarah pemerintahan Samosir.
Pemerintah Kabupaten Samosir secara resmi menyebutnya sebagai Pj. Bupati pertama Kabupaten Samosir periode 2004–2005.
Dalam momentum tersebut, Wilmar juga berbicara mengenai pentingnya menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi, sosial, dan ekologi Samosir.
Artinya, lebih dari dua dekade setelah ia meninggalkan kursi pemerintahan, namanya tetap berada dalam catatan perjalanan Kabupaten Samosir.
SAMOSIR PUNYA BANYAK BUPATI.
Tetapi hanya ada satu orang yang berada di kursi pemerintahan ketika kabupaten itu baru saja dilahirkan:
WILMAR ELYASCHER SIMANJORANG.
Dialah nama yang berada di halaman pertama sejarah pemerintahan Kabupaten Samosir.
Korwil Sumatera Utara
DIMPU SILABAN



Social Header