Simalungun – 22-09-2026 Warga Lingkungan II, Kampung Cimpluk, Kelurahan Pematang Bandar, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki berusia sekitar 20 tahun pada Selasa (22/9/2026) siang.
Korban diketahui bernama Jamsari, warga setempat yang sebelumnya dikabarkan tidak kembali ke rumah orang tuanya sejak Sabtu (19/9/2026).
Penemuan jasad bermula sekitar pukul 13.30 WIB, ketika seorang remaja bernama Firman (16) hendak melihat buah sawit di ladang. Saat berada di lokasi, Firman dikejutkan dengan adanya sosok manusia di bawah pohon melinjo.
Menurut keterangan yang diperoleh di lokasi, korban ditemukan dalam posisi seperti duduk dengan kaki masih menyentuh tanah dan terdapat tali pada bagian leher. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan Firman kepada orang tuanya.
Orang tua Firman selanjutnya memberitahukan penemuan tersebut kepada warga dan kepala lingkungan. Tak lama kemudian, unsur pemerintahan dan aparat mendatangi lokasi, di antaranya Camat Pematang Bandar, petugas Puskesmas Pematang Bandar, Babinsa serta personel kepolisian Dari polsek badar huluan.
Petugas kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga, hingga ratusan masyarakat dari sejumlah wilayah sekitar mendatangi lokasi.
Sekitar pukul 16.30 WIB, tim forensik Polres Simalungun tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap jasad serta tempat kejadian perkara. Sekitar pukul 17.00 WIB, jasad korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan visum.
Sudah Empat Hari Tidak Pulang
Menurut keterangan Neni br Sinaga, yang disebut sebagai bibi korban, pada Minggu (20/9/2026) dirinya masih berada di sekitar lokasi untuk mengambil daun ubi. Namun saat itu dirinya mengaku tidak melihat keberadaan korban.
Sementara itu, Jamsari diketahui sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah.
Informasi dari warga menyebutkan bahwa korban sebelumnya bekerja di luar daerah bersama abangnya yang membawa alat berat. Korban kemudian pulang ke kampung karena mengalami sakit dan menjalani pengobatan. Warga menyebut korban baru sekitar beberapa minggu berada di kampung sebelum ditemukan meninggal dunia.
Penemuan korban yang sebelumnya sempat dinyatakan tidak pulang selama beberapa hari tersebut membuat warga mempertanyakan penyebab kematiannya.
Meski demikian, penyebab dan kondisi pasti yang menyebabkan korban meninggal belum dapat disimpulkan. Aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan menunggu hasil visum maupun pemeriksaan forensik.
Hingga berita ini diterbitkan, hasil pemeriksaan tim forensik belum diketahui secara resmi.
Masyarakat berharap pihak kepolisian dapat mengungkap secara terang penyebab kematian Jamsari berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan medis.
(Cucu)



Social Header