Media Krimsus Polri News.com //--Ketambe – Cuaca ekstrem yang disertai curah hujan tinggi melanda wilayah Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai dan daerah rawan longsor. Kondisi ini kian menjadi perhatian usai dikeluarkannya Keputusan Bupati Aceh Tenggara Nomor: 300.2.1/160/2026 tentang Penetapan Status Siaga Bencana Banjir Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2026.
Sejumlah warga menegaskan bahwa pembangunan serta penguatan bronjong di titik-titik rawan menjadi hal yang sangat mendesak dilakukan. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya abrasi, longsor tanah, serta luapan air sungai yang berpotensi mengancam keberadaan permukiman warga dan akses jalan utama yang digunakan sehari-hari.
Salah seorang warga Kecamatan Ketambe mengungkapkan rasa waswasnya setiap kali hujan deras turun dalam durasi yang lama. Menurut pengamatannya, debit air sungai dapat meningkat secara drastis dalam waktu singkat dan berisiko mengikis tebing di sekitar pemukiman.
“Kalau hujan deras terus-menerus, kami khawatir air sungai meluap dan tebing longsor. Bronjong sangat dibutuhkan agar masyarakat merasa lebih aman dan terhindar dari bahaya,” ujarnya saat diwawancarai Krimsus Polri News.
Di tengah kekhawatiran tersebut, warga juga menyampaikan apresiasi dan dukungan yang tinggi kepada PT Hutama Karya. Perusahaan tersebut dinilai telah menunjukkan sikap sigap dan tanggap dalam merespons kondisi bencana banjir yang melanda Aceh Tenggara. Respons cepat yang diberikan dalam upaya penanganan dampak bencana disebut sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mengapresiasi PT Hutama Karya yang begitu tanggap melihat kondisi banjir di Aceh Tenggara. Semoga penanganan seperti ini terus berlanjut demi kepentingan masyarakat luas,” kata salah seorang warga lainnya kepada wartawan Krimsus Polri News.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta berbagai pihak yang peduli dapat terus bersinergi dan berkoordinasi secara erat dalam menangani lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan bencana. Mengingat status siaga bencana yang telah ditetapkan, berbagai langkah antisipasi dinilai harus segera diimplementasikan secepat mungkin.
Keberadaan bronjong di sepanjang aliran sungai dan area rawan longsor diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk memperkuat struktur bantaran sungai, sekaligus melindungi keselamatan masyarakat dari ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi seiring masih berpotensialnya cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Kaperwil aceh SULMI RAHMAN



Social Header