Sumber: Krimsus Polri News | Kaperwil Aceh: Sulmi Rahman
Ketambe – Ketua Kaliber Aceh Tenggara, ZK Agara, melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi proyek pembangunan bronjong yang berlokasi di Desa Ketambe, Kecamatan Ketambe. Dalam kesempatan tersebut, ia mengadakan pertemuan dan berdiskusi secara mendalam bersama Datuk Raja Mat Dewa mengenai perkembangan dan percepatan pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero).
Di tengah beredarnya berbagai pandangan dan isu yang berkembang di masyarakat, ZK Agara menegaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan di lapangan berjalan dengan baik, cepat dan sesuai rencana. Menurutnya, pembangunan bronjong ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi warga setempat, mengingat kondisi cuaca dan iklim ekstrem yang kerap melanda dan mengancam kawasan bantaran sungai di wilayah Ketambe.
“Kami dengan kerendahan hati memohon dukungan sepenuhnya kepada rekan-rekan insan pers, seluruh elemen masyarakat, dan sesama organisasi kemasyarakatan untuk mendukung pelaksanaan proyek bronjong Desa Ketambe ini. Pembangunan ini bertujuan utama melindungi keselamatan dan harta benda warga dari ancaman bahaya banjir serta abrasi tepi sungai yang kerap terjadi,” ungkap ZK Agara pada Selasa.
Hal senada disampaikan oleh Datuk Raja Mat Dewa yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK). Ia menyatakan bahwa pengawasan dari seluruh pihak tetap dibutuhkan demi menjamin kualitas dan kesesuaian pelaksanaan proyek, namun hal tersebut harus dilakukan dengan cara yang objektif, berimbang, dan bersifat membangun.
“Apabila ditemukan hal-hal yang kurang tepat atau ada pertanyaan terkait pelaksanaan pekerjaan, mari kita bicarakan dan diskusikan bersama secara baik-baik. Jangan langsung membuat penilaian atau pendapat sepihak yang belum tentu benar. Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan pembangunan ini berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bahan baku berupa batu yang digunakan untuk pembangunan bronjong didatangkan dari luar daerah dan telah melalui proses pemeriksaan, sehingga dipastikan memenuhi standar dan spesifikasi teknis yang ditetapkan. Menurutnya, kualitas bahan merupakan faktor utama yang menentukan kekuatan dan ketahanan bangunan penahan arus air sungai tersebut dalam jangka waktu panjang.
Pembangunan bronjong di Desa Ketambe ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang yang mengatasi kekhawatiran warga yang selama ini selalu waspada menghadapi perubahan cuaca ekstrem dan naiknya debit air sungai saat musim hujan tiba.
SULMI RAHMAN



Social Header