kutacane media krimsus polri news.com //dugaan korupsi pengelola dana jaminan kesehatan nasional (JKN) dan dana bantuan oprasional kesehatan (BOK) di puskesmas natam kabupaten aceh tenggara tahun anggaran 2025 kini tidak lagi bediri di atas asumsi data angka anggaran yang beredar menunjukan nilai fantastis hampir Rp2,1 miliar dana negara mengalir ke satu puskesmas dalam satu tahun.
namun ironisnya besarnya anggaran tersebut dinilai tidak sebanding dengan kondisi riil pelayanan kesehatan di lapangan sehingga memunculkan kecurigaan publik akan adanya dugaan penyimpangan serius.
rincian dana JKN 2025 puskesmas natam berdasarkan data yang ditrima media krimsus polri news dana JKN yang diterima puskesmas natam sepanjang 2025 mencapai Rp973.396.031,
angka tersebut menunjukan aliran dana rutin yang stabil dan besar setiap bulan yang seharusnya berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dan kesejahtraan tenaga medis.
rincian dana BOK 2025 puskesmas natam sementara itu dana BOK tahun 2025 tercatat mencapai Rp1.125.832.000
jika di gabungkan dana JNK dan dana BOK puskesmas natam tahun 2025 mencapai srkitar Rp2.098.228.031.
uang besar, pertanyaan lebih besar besarnya dana tersebut justru menimbulkan pertanyaan serius sejumlah sumber menyebutkan adanya ketidak sesuaian antara laporan realisasi anggaran dengan fakta lapangan kegiatan yang tercantum dalam laporan diduga tidak sepenuhnya dilaksanakan sementara hak tenaga kesehatan dan mutu pelayanan disebut jauh dari ideal.
ketua lsm gerakan pemburu koruotor
(gempur) muhammad kanedy menilai angka angka tersebut menjadi alrm keras bagi aparat pengawas" hampir Rp2,1 miliar uang negara masuk ke satu puskesmas dalam satu tahun kalau pelayanan masih dipersoalkan dan kegiatan tak terlihat maka ini bukan sekedar kelalain ini patut diduga sebagai praktik korupsi anggaran " tegas muhammad kanedy .
menurut korupsi dana kesehatan adalah bentuk kejahatan paling kejam karena dampak nya langsung di rasakan masyarakat dana ini untuk rakyat sakit untuk pencegahan penyakit untuk tenaga kesehatan kalau dana besar tapi manfaat kecil , publik berhak curiga " katanya.
tantangan terbuka untuk APH
gempur secera terbuka menantang inspektorat daerah BPK , kejaksaan dan kepolisian agar tidak hanya melakukan audit administratif kami minta audit unvestigatif cocok laporan dengan fakta lapangan telusuri aliran dananya siapa menerima siapa menikmati "ujar kanedy.
hingga berita ini diterbitkan kepala puskesmas natam dan dinas kesehatan aceh tenggara belum memberikan klarifikasi resmi meski telah diupayakan konfirmasi berulang kali sikap diam tersebut dinilai memperkuat dugaan adanya persoalan serius dalam pengelolaan dana.
dengan nilai anggaran yang nyaris menembus Rp2,1 miliar kasus ini kini menjadi ujian nyata komitmen pemberantasan korupsi di sektor kesehatan . publik menanti :apakah aparat berani membongkar atau dana kesehatan kembali menguap tanpa pertanggung jawaban . tandas
( sulmirahman )



Social Header