Media krimsus polri news com
CV. Karya Abadi perusahaan konstruksi itu beralamat Desa Pedesi Memasuki tahun 2025, CV. Karya abdi kerap mencuri perhatian. Kontraktor ini “bukan kaleng-kaleng”. Buktinya, memenangkan tender proyek pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara bernilai miliaran rupiah.
Dengan mengunci kemenangan proyek dan CV. Karya Abadi sukses memenangkan proyek Rehabilitasi PICU RSU H. Sahuddin Kutacane CV Rp.2.639.833.400.
Kemudian, CV. Karya Abadi memenangkan proyek Pembangunan Jembatan Mbarung - Kedataran I, Nilai proyek Rp.8.000.000.000
Prestasi CV Karya dalam merebut proyek-proyek 2025 tersebut mengundang tanda tanya di kalangan pegiat konstruksi. Beberapa pihak menilai CV. Karya Abadi seolah “sakti” dalam memenangkan tender.
Pasalnya, CV. Karya Abadi diumumkan sebagai pemenang dgn penawaran Rp2.591.922.000 hanya terpaut sekitar Rp.46.801.00 juta di bawah Harga Perkiraan Sendiri (HPS) proyek tersebut. Padahal, ada peserta lain yang mengajukan harga jauh lebih rendah.tetapi digugurkan
Pada Proyek Pembangunan Jembatan Mbarung - Kedataran I, pemenang dgn Penawaran Rp. 7.893.633.000 hanya terpaut sekitar Rp.105.715.000 tapi ada satu peserta yg lebih rendah justru di gugurkan dengan Alasan tidak memenuhi Persyaratan Teknis
Selisih penawaran CV.Karya Abadi yang sangat tipis dari HPS menimbulkan kecurigaan adanya kejanggalan. Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Agara Datuk Raja Mat Dewa Mengatakan penawaran CV Karya Abadi “tidak masuk akal” karena nyaris sebesar pagu anggaran proyek.
LSM LPK Agara mendesak aparat penegak hukum mengusut proses lelang tersebut. “Kami minta Kejati Aceh memeriksa panitia ULP Aceh Tenggara. Proses lelang harus diawasi ketat,” tegas Datuk
CV. Karya Abadi berada di persimpangan antara reputasi sebagai kontraktor ulung dengan sorotan negatif atas proses tendernya. Di satu sisi, rekam jejaknya memenangkan proyek tersebut diatas dan menunjukkan kapabilitas dan jejaring perusahaan ini di sektor konstruksi Aceh Tenggara
Namun di sisi lain, pola kemenangannya yang menimbulkan pertanyaan mengenai persaingan usaha yang sehat. Masyarakat berharap, siapa pun pemenang tender, proyek yang dihasilkan berkualitas dan tidak merugikan keuangan negara.
Sulmi Rahman



Social Header