Padang- MEDIA krimsus news.com Puluhan nelayan tangkap ikan tuna terlihat senyum senyum tipis setelah mereka secara bergilir membaca salah satu media online "LI" Terbitan Padang disalah satu warung kopi di area pelabuhan TPI
Dalam media online tersebut Kepala Pelabuhan Widodo menyebutkan, "Laut lepas Butuh Izin, Pasar Internasional Butuh Standar: Nelayan Bungus Diajak Kuasai Standar Internasional dan Aturan Pemerintah" Judul inilah yang membuat para nelayan merasa lucu, karena Widodo jelas ingin cuci tangan terhadap banyaknya kasus yang melilit selama kepemimpinannya, kata salah seorang pemilik kapal tangkap ikan yang selama ini sering terkena intimidasi oleh anak buah kepercayaannya, kenapa anak buahnya bisa melakukan hal yang tidak terpuji terhadap nelayan, tentu saja karena sudah mendapat restu dari atasannya, tambahnya
Sumber lain juga dari nelayan mengatakan Kenapa harus sekarang Widodo itu membuat pernyataan seperti itu, katanya kebijakan lebih adil bagi nelayan dan juga menjaga keberlanjutan sumber daya laut, kata Widodo kepada media online tersebut. Namun pernyataan Widodo ditanggapi para nelayan, dan mengatakan, Kebijakan yang mana maksud Widodo, tidak ada kebijakan dan keadilan yang ada ha nya ketidak adilan, dan kami para nelayan tidak pernah diberikan bimbingan dan pelatihan bagaimana cara menangkap ikan tuna yang baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan ikan dan otomatis ekonomi keluarga nelayan juga ikut meningkat
Yang ada kami para nelayan diperlakukan tidak adil dan dipersulit karena Widodo sering membuat aturan aturan yang berubah ubah yang menyulitkan nelayan saja yang menyakitkan Widodo menentukan kuota hasil tangkapan ikan tuna contohnya para nelayan ditargetkan harus mendapat ikan 1000 Kg, tapi pihak nelayan hanya mendapat ikan 250 Kg artinya hasil tangkapan nelayan kurang 750 Kg dan kekurangan ini dipaksakan harus kami bayar penuh sebesar kuota 1000 Kg.
Apa kami para nelayan ini dianggap robot sama mereka, kata sumber, jadi pak Widodo membuat pernyataan di media itu banyak menyimpang dan penuh kebohongan daripada kebenarannya. Kami menilai sebenarnya Widodo itu hanya ingin cuci tangan atas kebobrokannya yang mulai dimunculkan dibeberapa media online luar daerah, kata narasumber dilingkungan para nelayan, dan kami para nelayan di TPI maupun diluar akibat pimpinan Widodo yang selalu membuat aturan sendiri dan berubah ubah yang membuat nelayan teraniaya tersebut, akan mengungkapkan kebobrokan yang lain yang belum terungkap nantinya,
Dan kami para nelayan sudah muak dan bosan atas kepemimpinan Pak Widodo ini, sudah berencana akan melakukan unjuk rasa, dan kami para nelayan menghimbau Jangan mendukung yang salah untuk mengharap dan menerima sesuatu, "dengan menjual harga dirimu". Kata mereka kepada krimsuspol
Zainal/Antonius
Social Header